Jalur Sutra Kusam

Jadi, pada awalnya adalah RRC melihat potensi pelemahan pertumbuhan ekonomi mereka.
RRC sudah mencoba melakukannya dengan membangun infrastruktur secara masif di negara sendiri, dengan membangun kota-kota hantu.
 
 
 
 
lalu China pun merasakan adanya semacam halangan internal, sehingga memutuskan untuk berekspansi dengan membentuk New Silk Road
 
 
 
Masalah muncul ketika proyek One Belt One Road ini ternyata terbukti menjadi turn key project yang diapply secara brutal. Duit dari CIna, Pekerja dari CIna, Material dari Cina, dan profit diambil Cina semua.
 
Indonesia tidak mendapatkan multiplier effect ke masyarakat dari proyek-proyek itu. Indonesia hanya mendapatkan infrastruktur-infrastruktur kelas rendah dan tumpukan hutang yang mencekik. Dan realisasi investasi Cina pun tersendat-sendat.
 
 
 
 
 
 
Khusus pembangkit listrik ini, sudah dapat pembangkit listrik kelas kampungan, eh tarif listrik akan naik terus pula
 
 
Dan rezim ini pun sudah dan akan terus mencabut subsidi-subsidi yang ada.
 
 
Sepertinya infrastruktur menjadi dewa rezim ini
 
 
Semacam dewa batu yang diimpor dari Cina.
 
Rezim pun memaksa rakyat miskin untuk membayar biaya kesehatan, berpotensi melanggar UUD Pasal 34.
 
 
sampai sini, sudah kerasa kenyataan bahwa rakyat akan sesak nafas di masa-masa depan?
 
Kita sudah faham bahwa infrastruktur dan impor adalah dewa-dewa rezim ini. Saking mendewakannya, proyek infrastruktur bernama reklamasi pantai-pantai utara Jawa sangat dibela oleh rezim ini, meski melanggar UU dan melanggar jutaan hak-hak rakyat dan berpotensi menjadi sumber invasi dari Cina.
 
 
 
 
 
 
 
Dan semua ini bermuara pada petahana gubernur jakarta yang sangat amat dilindungi oleh rezim.
 
Sampai suatu saat petahana pun menghina Quran.
 
 
Dan sampai sekarang kasusnya terus menggantung.
 
 
Dan berujung pada gerakan nasional 4 November 2016 yang akan menjadi sebuah gerakan masif.
 
Anehnya yang menjadi pontang-panting bukan pelakunya, tapi Presiden RI yang terlihat begitu sibuk membela petahana dan melupakan tugas-tugas lainnya.
 
Memang panjang ceritanya, tapi semua harus diungkap demi NKRI terus menjadi milik rakyat negeri ini, yang selama 4 abad gonta-ganti dijajah Belanda, Portugis, Jepang, dan sekarang Cina melalui hutang kejam dan reklamasi bengis.
 
Bengis?
 
Ya, bengis.
 
 
Sudah digusur, ditampung di rusun yang bukan peradaban mereka, diusir lagi pula.
 
Mana perlindungan negara terhadap rakyat asli?
 
Atau selama ini kita tidak punya pemerintah, hanya narasi tentang sebuah pemerintahan yang suka berfoto-foto dan selebrasi tanpa hasil nyata?
 
Balikpapan, 3 November 2016.
Eko Prasetyo
Pria di persimpangan hidup, dan hanya bisa menulis sebagai perjuangan untuk rakyat.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: